Sintagmatik dan Paradigmatik Makna Khalaqa dalam Al-Qur’an (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu)

Authors

  • Nabila Nailil Amalia Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang Author

Keywords:

Khalaqa, Sintagmatik, Paradigmatik, Toshihiko Izutsu

Abstract

Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang sintagmatik dan paradigmatik makna khalaqa berdasarkan teori analisis semantik Toshihiko Izutsu. Adapun khalaqa adalah salah satu kata yang berada dalam Al-Qur’an, yang memiliki makna Menciptakan. Makna menciptakan adalah Allah telah menciptakan langit, malaikat, jin, bumi, manusia dan semua perangkat kehidupan di bumi dan langit sesuai kehendak Allah. Metode penelitian yang digunakan ialah library research. Prosedur penelitian yakni mengindentifikasi kata khalaqa, mencermati makna dasar  dan makna relasional kata khalaqa, mengklasifikasikan sintagmatik dan paradigmatiknya sesuai dengan semantik Toshihiko Izutsu, menganalisis makna sinkronik dan diakronik juga weltanchauung atau pandangan dunia (worldview) terhadap kata khalaqa. Adapun Semantik Al-Qur’an menurut Izutsu merupakan sebuah usaha menyingkap pandangan alam (weltanschauung) melalui analisa semantik terhadap kosakata atau istilah-istilah kunci Al-Qur’an. Hasil penelitian ini ialah makna dasar dari khalaqa dalam Al-Qur’an adalah menciptakan sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya berarti membuat sesuatu dari awal dan menjadi penyebab awal dari keberadaan sesuatu di dunia, kata khalaqa memiliki keterkaitan erat dengan kata-kata lain dalam Al-Qur’an, seperti Allah, Yabda’u, Yu’iduhu, Fitrah, Yatafakkaru, as-Samawati wal-‘ard, Alsinatikum wa alwanikum, Azwaja, Turab, Basyar, Razaqakum, Yumitukum, yuhyikum, Dafin quwatan, Ma yasya’u, Wa min Ayatihi. Kata Ja’ala, Bada’a dan fathara adalah sinonim dari kata khalaqa, sedangkan antonimnya adalah makhluk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Downloads

Published

2024-06-10

Issue

Section

Articles